Proposal Penelitian Tindakan Kelas

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II Pada Mata Pelajaran IPA dan PKn Di SD Negeri Linduk I

A. Latar Belakang Masalah

Dunia pendidikan saat ini sedang dihadapkan pada dua masalah besar, yaitu mutu pendidikan yang rendah dan sistem pembelajaran di sekolah yang kurang memadai. Dua hal tersebut sangat bertentangan dengan tuntutan era globalisasi yang ditandai dengan AFTA 2003 yang menuntut pendidikan agar memiliki pendidikan yang tanggap terhadap situasi persaingan global dan memiliki pendidikan untuk dapat membentuk pribadi yang mampu belajar seumur hidup.

Krisis pendidikan yang melanda bangsa Indonesia saat ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua dan pihak sekolah yang telah dipercaya sebagai lembaga pendidik. Lemahnya tingkat berfikir siswa menjadi sebuah tantangan besar bagi para pendidik. Oleh karena itu guru dituntut harus mampu merancang dan melaksanakan program pengalaman belajar dengan tepat agar siswa memperoleh pengetahuan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Bermakna disini berarti bahwa siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata.

Masalah yang telah dikemukakan di atas, guru SD Negeri Linduk I perlu melakukan perbaikan proses pengajaran. Salah satunya dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada keaktifan siswa untuk mengembangkan potensi secara maksimal. Banyak sekali model-model pembelajaran yang bisa diterapkan, sehingga memungkinkan guru untuk menyampaikan materi IPA dan PKn secara menarik dan menyenangkan. Dalam kondisi peserta didik yang fun maka peserta didik dapat mengikuti dengan fun juga, maka mereka tidak merasa jenuh dalam belajar.
Semakin beranekaragamnya metode pembelajaran seperti  metode ceramah, metode diskusi, metode demontrasi, metode resitasi, metode eksperimen, dan lain-lain namun dalam pemilihan yang akan diterapkan haruslah disesuaikan dengan tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi yang hendak disampaikan, perkembangan peserta didik dab lain-lain.

Dalam penelitian kali ini metode pembelajaran yang dapat diterapkan di SD Negeri Linduk I adalah metode Diskusi, karena metode pembelajaran ini dapat mendorong keaktifan, membangkitkan minat dan kreatifitas belajar siswa agar dapat meningkatkan hasil belajarnya. Metode Diskusi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Dalam hal ini pembelajaran dengan metode dikusi siswa di dorong untuk aktif bekerja bahkan diharapkan untuk mengkonstruksi atau membangun sendiri konsep-konsep IPA dan PKn, dengan demikian metode ini berpotensi untuk meningkatkan prestasi belajar IPA dan PKn siswa SD Negeri Linduk I.

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka penulis mencoba melakukan penelitian untuk diajukan sebagai proposal dengan judul : “Penerapan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II pada Pelajaran IPA dan Pkn di SD Negeri Linduk I.

1. Identifikasi Masalah

a)      IPA

Jumlah siswa kelas II SD Negeri Linduk I sebanyak 35 siswa. Dari jumlah tersebut hanya 30 orang yang memenuhi kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran IPA, sedangkan sisanya 5 orang masih termasuk kategori lamban, yang masih perlu diberikan bimbingan khusus, agar mencapai nilai standar atau nilai cukup.

Sedangkan nilai KKM untuk mata pelajaran IPA kelas II yang sudah ditentukan di SDN Linduk I adalah 60, jadi yang termasuk anak yang nilainya baik adalah  86 %. Sedangkan Anak yang termasuk kategori lamban sebanyak 14 %.

Kendala siswa yang belum memperoleh nilai cukup, dikarenakan :

1)      Siswa kesulitan menunjukkan contoh alat-alat yang menghasilkan energi panas, bunyi, dan cahaya

2)      siswa kesulitan dalam membedakan alat yang menghasilkan energi panas, bunyi, dan cahaya.

b)      PKn

Jumlah siswa kelas II SD Negeri Linduk I sebanyak 35 siswa. Dari jumlah tersebut hanya 30 orang yang memenuhi kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran PKn, sedangkan sisanya 5 orang masih termasuk kategori lamban, yang masih perlu diberikan bimbingan khusus, agar mencapai nilai standar atau nilai cukup.

Sedangkan nilai KKM untuk mata pelajaran PKn kelas II yang sudah ditentukan di SDN Linduk I adalah 60, jadi yang termasuk anak yang nilainya baik adalah  86 %. Sedangkan Anak yang termasuk kategori lamban sebanyak 14 %.

Kendala siswa yang belum memperoleh nilai cukup, dikarenakan :

1)      Siswa kesulitan menyebutkan nilai kejujuran di rumah dan di sekolah.

2)      siswa kesulitan dalam menjelaskan akibat tidak berperilaku jujur.

2. Analisis Masalah

a)      IPA

Melalui diskusi dengan teman sejawat, diketahui bahwa faktor penyebab rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan adalah :

1)      Guru kurang memberikan penguatan, serta kurang kreatif dan inovatif dalam memaksimalkan tingkat pemahaman siswa.

2)      Kurangnya perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung, sehingga siswa tidak dapat memberikan tanggapan atau mengomentari pendapat guru atau siswa yang lain.

3)      Kurangnya keberanian siswa untuk mengungkapkan ketidaktahuannya.

b)      PKn

Dari semua masalah yang telah teridentifikasi, peneliti melaksanakan diskusi dengan supervisor selaku pembimbing, ternyata dapat diketahui bahwa faktor-faktor penyebab kurangnya siswa menguasai materi pembelajaran antara lain :

1)      Kurang perhatian siswa terhadap materi yang sedang diajarkan oleh guru.

2)      Sarana dan prasarana pendidikan yang kurang lengkap

3)      Kurangnya pengetahuan dan informasi tentang kejujuran.

Faktor-faktor di atas merupakan syarat utama dalam keberhasilan kegiatan di kelas.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

  1. Apakah metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPA dan Pkn siswa kelas II di SD Negeri Linduk I ?
  2. Apakah metode diskusi dapat meningkatkan aktifitas pada pembelajara IPA dan Pkn siswa kelas II di SD Negeri Linduk I ?

C. Tujuan Perbaikan

Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode Diksusi pada pada mata pelajaran IPA dan Pkn siswa kelas II di SD Negeri Linduk I.
  2. Meningkatkan aktifitas siswa melalui metode Diksusi di kelas II SD Negeri Linduk I.

D. Manfaat Perbaikan

Manfaat hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan memberikan manfaat terhadap perbaikan kualitas pendidikan dan pembelajaran terutama berarti bagi :

  1. Bagi Siswa : dengan dilaksanakan penerapan metode diskusi lebih menguasai materi pembelajaran, akan termotivasi untuk belajar dan menumbuhkan minat siswa sehingga pada akhirnya akan meningkatkan prestasi siswa.
  2. Bagi Guru : dengan dilaksanakan metode diskusi akan menambah wawasan baru, mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi dan untuk mengetahui sejauhmana kefektifan metode diskusi pada pembelajaran IPA dan PKn.
  3. Bagi Sekolah : memberikan sumbangan pemikiran bagi guru-guru SD Linduk I Kecamatan Pontang dalam menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi dan mudah-mudahan dapat dikembangkan di sekolah pada mata pelajaran yang lain.

untuk file lengkapnya contact us at : iyank.engage@gmail.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: